Indeks dolar AS diperdagangkan di atas level 99 pada Kamis (27/08) setelah menguat pada sesi sebelumnya. Penguatan greenback ditopang data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Tekanan inflasi turut menjadi perhatian setelah indeks harga PCE naik 0,2% secara bulanan pada Juli, melampaui estimasi 0,1%. Secara tahunan, inflasi mencapai 3,7%, sedikit di atas proyeksi 3,6%. Investor kini menanti pidato Ketua Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Di sisi lain, penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek seiring munculnya tanda-tanda kemajuan diplomasi di Timur Tengah. Pasar juga mencermati program pembelian kembali utang AS yang diperluas serta risiko fiskal Amerika, yang berpotensi memengaruhi pergerakan dolar dan sentimen pasar global.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) terlihat menghadapi tekanan setelah gagal menembus area resistance 99,45 – 99,78. Struktur harga menunjukkan potensi pembalikan bearish, terlebih jika DXY kembali turun di bawah support 99,02. Kondisi tersebut dapat membuka ruang pelemahan menuju area 98,84 hingga 98,62 sebagai target penurunan terdekat.
Jika tekanan jual semakin kuat, DXY berpeluang melanjutkan koreksi menuju 98,26. Bahkan, berdasarkan proyeksi Fibonacci, target berikutnya berada di sekitar 97,85 dan 97,32. Sebaliknya, skenario bearish akan batal apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 99,78, yang berpotensi mengembalikan momentum bullish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi