Harga perak melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut dan bergerak di sekitar US$66,10 per troy ons pada sesi Asia, Senin (31/08). Tekanan muncul setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menyampaikan nada hawkish dalam simposium Jackson Hole. Ia menegaskan bahwa bank sentral masih perlu bertindak apabila inflasi inti belum menunjukkan arah yang meyakinkan menuju target.
Sentimen pasar semakin terbebani menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 15 – 16 September. Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin (bp) kini meningkat menjadi sekitar 57,5%, dari sebelumnya 35% sebelum pidato Warsh. Perubahan ekspektasi tersebut membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.
Di sisi lain, kenaikan harga minyak turut membatasi pergerakan harga perak setelah eskalasi konflik Iran dan AS kembali memanas di sekitar Selat Hormuz. Iran melancarkan serangan rudal sebagai respons atas serangan AS terhadap fasilitas peluncur di Pulau Larak. Ketegangan di jalur perdagangan strategis tersebut berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi, sehingga pasar semakin memperhatikan risiko inflasi dan prospek kebijakan moneter The Fed.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga XAGUSD masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance. Struktur harga menunjukkan peluang pullback menuju area koreksi, dengan zona 68.348 – 69.914 menjadi wilayah penting yang berpotensi memicu kembali aksi jual. Selama harga tetap bergerak di bawah resistance tersebut, bias jangka pendek cenderung bearish.
Jika tekanan jual berlanjut, support 65.562 menjadi target pertama yang perlu diperhatikan. Penembusan level ini dapat membuka peluang penurunan menuju 64.049 sebagai target berikutnya. Namun, kenaikan yang mampu menembus 69.914 berpotensi membatalkan skenario bearish dan membuka jalan bagi XAGUSD untuk kembali menguji area 71.137.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi