Harga minyak mentah kembali menguat pada awal pekan (31/08) dengan menembus US$85 per barel. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz setelah militer AS menyerang peluncur roket Iran yang diduga bersiap menempatkan ranjau di jalur perairan strategis tersebut.
Langkah tersebut menjadi serangan pertama AS terhadap target Iran dalam lebih dari sebulan. Washington juga menegaskan akan terus memantau Selat Hormuz dan siap menjaga kelancaran perdagangan. Di sisi lain, tekanan ekonomi melalui sanksi tetap menjadi strategi AS untuk mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Meski belum ada kesepakatan damai, sekitar 6 – 8 juta barel minyak per hari masih dilaporkan mengalir melalui Selat Hormuz. Jika ketegangan kembali meningkat dan mengganggu jalur distribusi, risiko pasokan global dapat mendorong harga minyak semakin tinggi, sementara sinyal diplomasi antara AS dan Iran berpotensi meredakan tekanan tersebut.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga USOIL pada timeframe 1 jam masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil bertahan di atas area Fibonacci 50% sekitar 83.247. Selama harga tetap berada di atas 82.870 – 82.334, tekanan beli berpeluang menjaga momentum kenaikan. Penembusan 84.843 akan menjadi sinyal lanjutan yang membuka ruang menuju resistance berikutnya.
Jika momentum bullish berlanjut, USOIL berpotensi menguji 85.711 hingga 86.815 sebagai target kenaikan. Sebaliknya, pelemahan di bawah 82.334 dapat memicu koreksi lebih dalam, dengan 81.651 menjadi area invalidasi support utama.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi