Harga perak kembali turun di bawah US$69 per ons pada Jumat (28/08), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Investor memilih berhati-hati menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 65% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Namun, inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan bunga sebelum akhir tahun, dengan peluang kenaikan pada Desember masih berada di atas 70%.
Di sisi lain, prospek perak tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran terhadap pelemahan dolar dan risiko krisis utang AS setelah Departemen Keuangan memperluas pembelian kembali obligasi jangka panjang. Sementara itu, harga minyak masih tinggi karena meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina, meski terdapat tanda-tanda kemajuan diplomasi di Timur Tengah.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, XAG/USD masih menghadapi tekanan setelah gagal bertahan di area resistance US$69,24 – US$69,75. Pada grafik, harga membentuk rejection dari zona tersebut dan berpotensi melanjutkan koreksi. Jika tekanan jual berlanjut, US$68,41 menjadi support awal yang perlu diperhatikan. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan terbaru perak yang kembali tertekan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Jika support US$68,41 ditembus, peluang penurunan berikutnya terbuka menuju US$68,05 sebagai Target 1, kemudian US$67,58 sebagai Target 2 sekaligus area demand penting. Sebaliknya, apabila harga mampu merebut kembali US$69,24, momentum bullish dapat muncul untuk menguji US$69,75. Dengan demikian, bias jangka pendek XAG/USD cenderung bearish selama harga berada di bawah US$69,24, sementara area US$67,58 menjadi batas penting untuk menjaga struktur kenaikan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi