Harga minyak mentah melemah menuju US$83 per barel pada Jumat (28/08), tetapi masih mempertahankan sebagian besar kenaikan dari sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi ketika eskalasi perang Rusia-Ukraina kembali menjadi perhatian pasar, menggeser fokus investor dari konflik di Timur Tengah ke Eropa Timur.
Ketegangan meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut perundingan dengan Ukraina belum menghasilkan kemajuan dan Rusia bersiap memperkuat operasi militernya. Di sisi lain, serangan Ukraina terhadap kilang dan pelabuhan Rusia terus mengganggu infrastruktur energi. Kondisi tersebut berpotensi menekan kemampuan Rusia mengekspor minyak mentah maupun produk olahan, sehingga menjadi faktor pendukung harga.
Meski demikian, harga minyak masih berada di jalur penurunan mingguan karena pasar mempertimbangkan peluang diplomasi di Timur Tengah serta prospek pasokan yang lebih baik melalui Selat Hormuz. Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan pembagian pendapatan dengan Oman terkait jalur strategis tersebut, namun menegaskan bahwa kesepakatan itu belum menjamin pembukaan kembali selat secara langsung.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, grafik 1 jam Minyak WTI masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah bertahan di area support Fibonacci 38,2% sekitar $82,33. Selama level ini mampu dipertahankan, harga berpotensi menguji $83,65 sebagai resistance terdekat. Jika berhasil ditembus, ruang kenaikan berikutnya terbuka menuju $84,60. Pergerakan ini juga sejalan dengan rebound WTI ke sekitar $83,5 setelah tekanan jual sebelumnya mereda.
Namun, momentum bullish perlu tetap diwaspadai karena $81,50 menjadi support penting sekaligus area golden ratio 61,8%. Jika harga jatuh di bawah level tersebut, tekanan jual dapat kembali meningkat menuju zona demand $80,18. Dengan demikian, bias jangka pendek masih cenderung positif selama WTI bertahan di atas $81,50, sementara penembusan $83,65 menjadi kunci untuk mengonfirmasi peluang menuju target lebih tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi