Harga emas melemah di bawah US$4.600 per troy ounce pada Jumat (28/08) dan berpotensi menutup pekan dengan koreksi penurunan tipis. Investor masih menahan diri menjelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole malam ini, yang dinilai penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga AS.
Pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 66% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Namun, inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan kembali memperkuat ekspektasi kenaikan sebelum akhir tahun, dengan probabilitas mencapai lebih dari 70% pada Desember. Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas karena suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil.
Di sisi lain, prospek jangka panjang emas tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran pelemahan dolar dan risiko krisis utang AS setelah Departemen Keuangan memperluas pembelian kembali obligasi. Gejolak geopolitik juga menjaga harga minyak tetap tinggi, terutama akibat eskalasi perang Rusia-Ukraina meski terdapat tanda kemajuan diplomatik di Timur Tengah.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga emas saat ini berada di sekitar US$4.578 setelah mengalami tekanan dari area resistance. Pada grafik 15 menit, zona US$4.575 menjadi support penting, sementara level Fibonacci 23,6% di US$4.585 dan 38,2% di US$4.592 menjadi penghalang awal bagi pemulihan. Jika mampu menembus US$4.602, peluang bullish terbuka menuju US$4.618 sebagai resistance utama.
Namun, selama harga belum kembali di atas US$4.602, tekanan jual masih berpotensi berlanjut. Penembusan support US$4.575 dapat membuka ruang penurunan menuju US$4.563 sebagai target pertama, lalu US$4.549 sebagai target berikutnya. Skenario bearish ini sejalan dengan struktur pada grafik yang menunjukkan potensi retest area bawah sebelum emas mencoba membangun momentum baru.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi