Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak sideways di sekitar $84,50 per barel setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan yang terbatas menunjukkan pasar mulai mengambil jeda setelah reli sebelumnya.
Sentimen positif masih ditopang ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Risiko konflik yang berkepanjangan memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, sehingga membantu menjaga harga minyak tetap berada di level tinggi.
Ke depan, arah minyak WTI akan dipengaruhi perkembangan hubungan AS-Iran dan kondisi pasokan dunia. Jika ketegangan meningkat, harga berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, meredanya risiko geopolitik dapat membuka ruang bagi aksi ambil untung dan menekan harga minyak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI masih bergerak dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance 84,72 – 85,25, dengan level 85,65 menjadi batas penting bagi kelanjutan tren bullish. Pada grafik, harga terlihat tertahan di sekitar Fibonacci 23,6% dan berpotensi menguji support 83,78. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual dapat membawa WTI menuju target 83,27 hingga 82,63. Pergerakan ini juga terjadi ketika harga minyak tetap sensitif terhadap ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Secara teknikal, skenario bearish akan semakin kuat apabila WTI gagal kembali di atas 84,72 dan menembus 83,78. Sebaliknya, keberhasilan melewati 84,72 membuka peluang kenaikan menuju 85,25, dengan 85,65 sebagai resistance kunci berikutnya. Dengan volatilitas geopolitik yang masih tinggi, trader perlu mewaspadai false breakout serta pergerakan tajam di sekitar level-level tersebut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi