Harga emas terkoreksi dari level tertinggi sejak awal Juni dan bergerak di sekitar $4.500 pada sesi Asia, Kamis (20/08). Tekanan muncul setelah Dolar AS mendapat dukungan dari kebuntuan negosiasi AS-Iran serta Risalah FOMC yang menunjukkan sikap lebih hawkish.
Di sisi lain, lonjakan posisi short emas pada Rabu turut memperkuat volatilitas pasar. Intervensi Departemen Keuangan AS untuk meredakan tekanan di pasar obligasi membuat imbal hasil Treasury turun tajam, sehingga memberikan ruang bagi logam mulia untuk kembali mendapat minat beli.
Pergerakan emas selanjutnya akan sangat bergantung pada arah Dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan geopolitik. Jika tekanan terhadap yield berlanjut, peluang pemulihan harga emas masih terbuka, tetapi sentimen hawkish The Fed dapat menjadi penghambat kenaikan dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD masih bergerak dalam tekanan setelah gagal bertahan di area 4.500. Pada grafik, level Fibonacci menunjukkan resistance terdekat di 4.493 – 4.499, sedangkan area 4.509 menjadi penghalang berikutnya. Selama harga belum menembus zona tersebut, bias jangka pendek cenderung bearish dengan peluang melanjutkan penurunan.
Jika tekanan jual berlanjut, support 4.473 menjadi target awal yang perlu diperhatikan. Penembusan area ini dapat membuka ruang menuju 4.459 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penguatan di atas 4.509 berpotensi mengubah momentum dan membawa XAUUSD menguji kembali resistance 4.524.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi