Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini juga memperpanjang momentum positif dalam enam sesi terakhir, membawa harga Minyak AS ke level tertinggi sejak 24 Juli. WTI kini bergerak di sekitar pertengahan US$95 per barel, naik sekitar 1,20% pada perdagangan Rabu.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak global. Risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah membuat pelaku pasar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan distribusi, sehingga memberikan dorongan tambahan bagi harga energi.
Dengan momentum bullish yang masih terjaga, harga WTI berpeluang melanjutkan tren penguatan mingguan. Namun, kenaikan tajam juga membuka ruang bagi aksi ambil untung, sehingga perkembangan hubungan AS-Iran dan respons pasar terhadap risiko pasokan akan menjadi faktor penting yang menentukan arah minyak selanjutnya.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga WTI Oil pada timeframe 30 menit masih bergerak dalam struktur bullish, meski saat ini berpotensi mengalami koreksi menuju area 88.325 – 87.719 yang menjadi Demand Zone. Selama harga mampu bertahan di atas 87.719, tekanan turun masih dianggap sebagai fase koreksi dan peluang pembalikan tetap terbuka.
Jika support tersebut mampu dipertahankan, WTI berpeluang kembali menguat menuju 89.913 hingga 90.718, dengan area sekitar 90.738 sebagai resistance sekaligus Weak High. Sebaliknya, penembusan tegas di bawah 87.719 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka ruang pelemahan lebih lanjut.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi