Harga emas bergerak di sekitar $4.500 per ons pada Jumat (04/09) setelah mencatat kenaikan dalam dua sesi berturut-turut. Penguatan ini dipicu komentar dovish Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September kembali mereda. Waller menyatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga jika tekanan inflasi terus menurun.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%, turun dari 63% sehari sebelumnya. Fokus investor selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat malam ini serta data inflasi pekan depan untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter. Pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury setelah pernyataan Waller turut memberikan dorongan bagi harga emas.
Di sisi lain, harga minyak berada di jalur menuju kenaikan mingguan yang kuat di tengah konflik Timur Tengah dan meningkatnya ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz. Kondisi tersebut menjaga risiko inflasi tetap menjadi perhatian. Jika data ekonomi AS menunjukkan pelemahan dan tekanan harga terus mereda, prospek pelonggaran kebijakan dapat kembali menopang emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga XAU/USD masih menunjukkan struktur bullish pada grafik 3 menit setelah sebelumnya membentuk Break of Structure (BOS) dari area demand. Harga kini bergerak di sekitar 4.535 dan berada di atas level Fibonacci 38,2% – 50%, menandakan momentum pembeli masih terjaga. Area koreksi utama berada di 4.439, sementara 4.420 menjadi batas invalidasi apabila tekanan jual semakin kuat.
Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka menuju 4.510 sebagai target pertama, kemudian 4.535 sebagai sasaran lanjutan. Namun, kegagalan mempertahankan 4.439 dapat membuka ruang penurunan untuk menguji kembali demand zone sebelum potensi rebound berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi