Harga emas kembali tertekan dan bergerak turun mendekati level US$4.000 per troy ons setelah Dolar AS bangkit dari pelemahannya. Penguatan mata uang AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli global sehingga minat terhadap aset safe haven ini mulai berkurang. Kondisi tersebut memicu aksi ambil untung yang semakin menekan pergerakan logam mulia.
Di sisi lain, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Risiko geopolitik yang membesar dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga energi, sehingga pasar mulai memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan tekanan inflasi.
Kombinasi penguatan Dolar AS, ekspektasi suku bunga tinggi, serta ketidakpastian geopolitik membuat pergerakan emas masih dibayangi volatilitas dalam jangka pendek. Selama sentimen tersebut belum berubah, peluang kenaikan emas diperkirakan tetap terbatas. Investor kini menantikan data ekonomi Amerika Serikat dan komentar terbaru pejabat The Fed sebagai petunjuk arah pergerakan harga emas berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam fase bearish setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.079 – 4.100. Penolakan kuat di zona tersebut menunjukkan dominasi penjual masih tinggi, sementara harga kini bergerak di bawah area koreksi sekitar 4.063. Selama emas belum mampu kembali menembus resistance, tekanan turun diperkirakan tetap mendominasi dalam jangka pendek.
Jika momentum jual berlanjut, harga berpotensi menguji support pertama di 4.029, kemudian melanjutkan pelemahan menuju target utama di 4.009. Sebaliknya, skenario penurunan akan mulai melemah apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas 4.079, yang dapat membuka peluang pemulihan menuju area 4.100. Untuk sementara, strategi yang lebih aman adalah menunggu konfirmasi pergerakan di sekitar level support dan resistance sebelum mengambil posisi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi