Harga minyak mentah berhenti menguat dan bertahan di sekitar US$100 per barel setelah media pemerintah Iran melaporkan rencana pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman. Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan pengaturan sementara terkait pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global. Jika tercapai kesepakatan, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dapat sedikit mereda.
Tekanan tambahan datang dari proyeksi pasokan yang lebih tinggi. EIA menaikkan perkiraan produksi minyak mentah AS pada 2027 menjadi 14,3 juta barel per hari, sementara IEA memangkas tajam proyeksi permintaan global dengan perkiraan kontraksi 2,5 juta barel per hari pada 2026. Kondisi ini berpotensi membatasi ruang kenaikan harga apabila pasokan tumbuh lebih cepat dari konsumsi.
Di sisi lain, risiko geopolitik masih menjadi penopang utama minyak. Arab Saudi menutup jalur pipa East-West sebagai langkah antisipasi setelah serangkaian serangan, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan bergerak menuju Pulau Perim, Yaman. Dengan kenaikan hampir 9,7% dalam sepekan, pasar minyak kini menghadapi tarik-menarik antara ancaman pasokan dan prospek permintaan global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOILSPOT) pada grafik 1 jam (H1) memperlihatkan potensi penguatan yang menjanjikan setelah menyelesaikan fase penurunan sementara. Pergerakan instrumen ini diproyeksikan bakal mengalami penurunan singkat ke Area Koreksi sekitar 96.74. Pijakan pada zona ini menawarkan titik masuk Buy yang presisi bagi pelaku pasar guna memanfaatkan momentum kebangkitan tren utama.
Skenario reli ini membidik target kenaikan bertahap, mulai dari Target 1 di kisaran 99.51 hingga Target 2 pada level psikologis 100.73 yang bertepatan dengan Weak High. Batas Invalidasi Support ditetapkan secara ketat di angka 95.42 untuk menjaga risiko tetap terkendali. Selama pergerakan grafik mampu bertahan di atas batas proteksi tersebut, potensi bullish dipastikan tetap valid dengan rasio risk-to-reward yang optimal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi