Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali bergerak melemah dan diperdagangkan di kisaran US$82,60 per barel pada sesi Asia, Jumat (31/07). Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme terhadap penyelesaian diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan tersebut muncul setelah adanya konfirmasi bahwa kedua negara tengah melanjutkan pembicaraan guna meredakan ketegangan, termasuk menjaga keamanan jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari membaiknya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Arus kapal tanker mulai meningkat setelah Angkatan Laut AS mengawal sejumlah kapal melintasi kawasan tersebut dengan aman. Di sisi lain, Arab Saudi menggagas pembentukan koalisi maritim bersama puluhan negara untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman blokade dari kelompok Houthi yang berpotensi mengganggu perdagangan energi global.
Meski terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, harga WTI masih berada di jalur mencatatkan kenaikan bulanan lebih dari 18% berkat kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Risiko tersebut semakin besar setelah serangan militer terbaru AS terhadap target Iran serta penutupan terminal ekspor minyak utama Kazakhstan di Laut Hitam akibat serangan drone di sekitar pelabuhan Novorossiysk. Kombinasi faktor geopolitik dan ancaman terhadap rantai pasok diperkirakan akan terus menjadi penentu utama arah pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Berdasarkan grafik USOIL Spot timeframe 1 jam, harga masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance. Penolakan di sekitar 82.322 memperkuat peluang kelanjutan tren turun, sementara struktur harga menunjukkan dominasi penjual masih cukup kuat. Selama harga belum mampu menembus area 83.487 sebagai level invalidasi, skenario bearish tetap lebih diunggulkan dengan potensi pengujian kembali zona support terdekat.
Dari sisi teknikal, area 80.385 menjadi target awal penurunan dan apabila tekanan jual terus berlanjut, harga berpeluang bergerak menuju 79.708 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika WTI mampu menembus dan bertahan di atas 83.487, peluang pembalikan arah akan semakin terbuka sehingga pelaku pasar perlu mencermati konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi