Harga emas menembus US$4.400 per troy ounce pada Selasa (11/08) dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Penguatan ini terjadi ketika minat investasi terhadap logam mulia kembali meningkat, meski lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Dari Asia, permintaan emas China menjadi salah satu penopang utama. Investor institusional meningkatkan kepemilikan bullion sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar, sementara ETF berbasis emas di China mencatat arus dana masuk dalam periode terpanjang selama beberapa bulan. Bank sentral China juga memperbesar cadangan emas sekitar 20 ton pada Juli, setelah bertambah sekitar 15 ton pada Juni.
Di sisi lain, ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan AS–Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar. Investor kini menantikan data inflasi AS pekan ini yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Jika tekanan harga tetap tinggi, volatilitas emas berpeluang meningkat seiring perubahan ekspektasi suku bunga.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam struktur bullish setelah menembus area resistance dan mencetak higher high. Pada chart H1, harga bergerak di sekitar US$4.509, sehingga target US$4.467 telah terlampaui dan area US$4.508 menjadi resistance penting. Momentum kenaikan juga masih kuat, sejalan dengan sinyal teknikal terkini yang menunjukkan dominasi buyer.
Namun, kenaikan tajam membuat risiko pullback tetap terbuka. Area US$4.389 – 4.342 menjadi zona koreksi yang menarik untuk dipantau, sedangkan US$4.316 merupakan batas invalidasi skenario bullish. Jika harga mampu bertahan di atas US$4.389 dan menembus US$4.508 secara meyakinkan, peluang menuju resistance berikutnya semakin terbuka; sebaliknya, penurunan di bawah US$4.342 dapat memicu koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi