Harga minyak mentah AS melemah tajam setelah harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menguat. Prospek meredanya ketegangan geopolitik memicu aksi jual karena pasar memperkirakan pasokan global berpotensi bertambah jika sanksi terhadap Iran dilonggarkan.
Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan penurunan ini mungkin terlalu dalam. Struktur pasar yang masih backwardation, persediaan minyak di pusat penyimpanan Cushing yang tetap ketat, serta rendahnya posisi beli spekulatif mengindikasikan fundamental minyak belum benar-benar melemah.
Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila negosiasi AS-Iran kembali menemui hambatan atau pasokan tetap terbatas. Investor kini akan mencermati perkembangan diplomatik dan data stok minyak AS sebagai penentu arah harga minyak dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area 75,20 dan kembali bergerak di dalam pola descending channel. Penolakan di area resistance memperkuat dominasi penjual, sehingga peluang koreksi masih terbuka selama harga belum mampu menembus 74,57 – 75,24, yang menjadi zona resistensi penting sekaligus area golden ratio.
Dalam jangka pendek, pergerakan minyak berpotensi menguji support 73,50. Jika level ini ditembus, tekanan jual dapat berlanjut menuju target 73,03 hingga 72,42. Sebaliknya, apabila harga berhasil kembali menembus area resistance, momentum bearish berpotensi mereda dan membuka peluang pemulihan yang lebih kuat.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi