Harga minyak mentah dunia anjlok hingga 7% ke kisaran US$83 per barel pada perdagangan Senin (27/07) sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Pelemahan ini dipicu keputusan Amerika Serikat yang kembali menghentikan serangan terhadap Iran untuk malam kedua berturut-turut, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Penghentian operasi militer tersebut dimulai sejak Jumat malam tanpa pengumuman resmi. Di sisi lain, Iran menyatakan telah menghentikan aksi balasan militernya dan mulai berdiskusi dengan Oman mengenai keamanan Selat Hormuz. Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku menyerang fasilitas milik Saudi Aramco di pelabuhan Jizan dan Yanbu di Laut Merah.
Sepanjang bulan ini, harga minyak sempat melonjak hampir 40% akibat meningkatnya gangguan distribusi dari Selat Hormuz hingga Laut Merah, jalur penting ekspor minyak Arab Saudi yang mengangkut jutaan barel setiap hari. Perkembangan terbaru memberi harapan terhadap stabilitas pasokan, namun pasar energi masih akan mencermati situasi geopolitik karena setiap eskalasi baru berpotensi kembali mengangkat harga minyak.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI Oil masih berada dalam tekanan setelah muncul penolakan kuat di area supply zone 89.20 – 89.30, yang sekaligus menjadi zona invalidasi bagi skenario bearish. Penurunan tajam membentuk perubahan struktur pasar (Break of Structure), menandakan penjual masih menguasai pergerakan. Selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih terbatas.
Dalam jangka pendek, harga berpotensi melakukan pullback ke kisaran 85.70 – 86.50 sebelum melanjutkan pelemahan menuju support 82.13. Jika tekanan jual semakin kuat dan level tersebut ditembus, target berikutnya berada di sekitar 80.20. Sebaliknya, penembusan dan penutupan harga di atas 89.26 dapat membatalkan skenario bearish serta membuka peluang perubahan tren ke arah bullish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi