Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan setelah dibuka dengan gap naik dan kembali menembus level psikologis $4.100. Sentimen positif ini didorong oleh meningkatnya harapan tercapainya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang menekan harga minyak mentah sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.
Turunnya tekanan inflasi membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve mulai berkurang. Kondisi tersebut turut melemahkan daya tarik Dolar AS sebagai aset safe haven setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam satu bulan. Pelemahan dolar memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi investor global.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada hasil rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya. Jika The Fed mengisyaratkan sikap yang lebih dovish, harga emas berpotensi memperpanjang reli. Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih ketat dapat memicu aksi ambil untung dan meningkatkan volatilitas di pasar logam mulia.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) sedang menguji area support penting di kisaran 4.095, yang bertepatan dengan level Golden Ratio Fibonacci 61,8%. Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang pembalikan arah masih terbuka. Tekanan jual memang masih terlihat dalam jangka pendek, tetapi munculnya reaksi beli di area support dapat menjadi sinyal awal kembalinya momentum bullish.
Apabila pembeli berhasil mempertahankan level tersebut, emas berpotensi naik menuju target pertama di 4.125, kemudian melanjutkan penguatan ke 4.136 sebagai target berikutnya. Namun, jika harga menembus dan ditutup di bawah 4.083, skenario kenaikan akan melemah sehingga risiko penurunan yang lebih dalam perlu diwaspadai. Oleh karena itu, area support saat ini menjadi kunci penentu arah pergerakan emas selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi