Harga Perak menguat hampir 1% ke sekitar US$66,40 pada sesi Asia Rabu (09/09). Kenaikan ini terjadi ketika Dolar AS masih berada di bawah tekanan, meski pasar mulai memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan kebijakan September.
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah di sekitar 98,76, mendekati level terendah dua minggu. Kondisi tersebut membuat harga Perak menjadi lebih menarik bagi investor karena pelemahan Greenback cenderung meningkatkan daya tarik aset yang dihargai dalam dolar. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga The Fed, setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.
Fokus berikutnya tertuju pada data inflasi AS (CPI) yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter. Jika tekanan harga kembali meningkat, ekspektasi suku bunga tinggi dapat membatasi ruang penguatan Perak. Sebaliknya, data yang lebih lunak berpotensi menekan Dolar AS sekaligus membuka peluang bagi XAG/USD untuk melanjutkan kenaikannya.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAGUSD) pada kerangka waktu 1 jam mengindikasikan struktur bullish reversal yang solid setelah memantul dari area demand utama. Penurunan harga saat ini berpotensi tertahan di zona Golden Ratio Fibonacci 61.80% ($65,97), yang menjadi titik ideal bagi pembeli untuk melakukan re-entry. Selama pergerakan bertahan di atas batas Invalidasi Support pada level $65,53, tren penguatan diperkirakan akan tetap terjaga secara teknikal.
Apabila dorongan beli berhasil mendominasi dari area pantulan tersebut, target awal yang akan diuji adalah swing high terdekat pada level $66,69. Penembusan di atas resistensi tersebut bakal membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut menuju Target 2 di kisaran Fibonacci -27.20% ($67,00), sekaligus menguji kembali zona supply utama di area atas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi