Harga minyak mentah AS kembali menguat di atas $85 per barel, melanjutkan kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Penguatan ini dipicu kekhawatiran pasokan setelah Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan belum ada negosiasi dengan Teheran dan blokade laut AS masih berlaku.
Risiko pengiriman di jalur strategis tersebut juga tetap tinggi meski Trump menyebut Selat Hormuz telah terbuka dan ranjau sudah dibersihkan. Aktivitas kapal masih terbatas, sementara pasukan Iran meningkatkan eskalasi dalam sepekan terakhir. Sebanyak delapan serangan terhadap kapal yang melintasi Hormuz telah dilaporkan sepanjang bulan ini, termasuk kapal yang terkait dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Dari sisi fundamental, persediaan minyak AS turut memberikan dorongan bagi harga. Data industri menunjukkan stok minyak mentah turun 328 ribu barel pekan lalu setelah sebelumnya melonjak 9,07 juta barel. Kombinasi risiko geopolitik dan penurunan inventori membuat prospek harga crude oil tetap kuat, meski pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL masih menunjukkan momentum bullish setelah mampu bertahan di atas area 84.28. Harga saat ini bergerak mendekati resistance 84.99, yang menjadi level penting untuk mengonfirmasi kelanjutan kenaikan. Jika berhasil menembus area tersebut, pergerakan berpotensi berlanjut menuju 85.30 sebagai target pertama.
Di sisi lain, tekanan jual perlu diwaspadai apabila harga gagal melewati 84.99. Koreksi dapat membawa harga minyak menguji kembali support 84.28, dengan area 83.85 sebagai batas invalidasi skenario bullish. Selama level tersebut tetap bertahan, peluang USOIL melanjutkan tren naik masih terbuka menuju 85.70.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi