Harga emas bergerak di sekitar US$4.400 per troy ounce pada Senin (07/09) setelah turun sekitar 1% pada sesi sebelumnya. Tekanan datang dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah data tenaga kerja AS menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.

Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus bertambah 162 ribu, jauh di atas ekspektasi 56 ribu, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%, tetapi penurunannya lebih kecil dari perkiraan ekonom. Kondisi ini mendorong peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September naik menjadi sekitar 60%, dari sebelumnya 50%.

Selain kebijakan moneter, kenaikan harga minyak turut membebani emas karena konflik antara AS dan Iran meningkatkan risiko tekanan inflasi baru. Jika ekspektasi suku bunga tinggi dan harga energi terus bertahan, logam mulia berpotensi menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal XAU/USD. harga emas pada grafik time frame 30 menit masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area 4.419.932 yang menjadi resistance Fibonacci 61,8%. Selama harga tertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan support terdekat di 4.400.998, sebelum menguji 4.389.301.
Jika tekanan jual berlanjut, XAU/USD berpotensi melanjutkan koreksi menuju 4.375.819 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penguatan di atas 4.419.932 dapat membuka ruang menuju 4.438.865 sekaligus menjadi area invalidasi skenario bearish.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi