Harga emas bergerak stabil di atas level $4.000 karena pelaku pasar memilih menahan posisi menjelang pengumuman hasil rapat FOMC dini hari nanti. Investor menunggu sinyal terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan Dolar AS sekaligus memengaruhi minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Jika bank sentral AS memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, Dolar AS berpotensi menguat sehingga dapat menekan harga emas. Sebaliknya, petunjuk yang lebih dovish berpeluang melemahkan dolar dan membuka ruang kenaikan bagi logam mulia tersebut. Oleh karena itu, keputusan FOMC diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan pasar dalam jangka pendek.
Di sisi lain, meredanya kekhawatiran terhadap konflik AS-Iran mengurangi permintaan aset lindung nilai, sehingga membatasi kenaikan emas. Sementara itu, harga minyak justru kembali menguat karena meningkatnya permintaan, membuat perhatian investor terbagi antara perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga emas (XAU/USD) pada grafik 1 jam masih bergerak di area support setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Selama harga mampu bertahan di atas 4.027, peluang pemulihan masih terbuka dengan target kenaikan menuju 4.065. Jika momentum beli terus menguat, harga berpotensi melanjutkan reli ke area resistensi 4.094, yang menjadi zona penting untuk menguji kekuatan tren.
Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun menembus 4.001, skenario kenaikan berisiko gagal sehingga pelemahan dapat berlanjut. Untuk saat ini, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan di area support sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas emas masih tinggi menjelang sentimen pasar berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi