Harga minyak mentah Crude Oil turun ke sekitar US$98 per barel pada Senin (21/09), memperpanjang pelemahan untuk sesi keempat berturut-turut. Tekanan datang dari meningkatnya harapan bahwa upaya diplomasi dapat meredakan konflik di Timur Tengah sekaligus membantu memulihkan kembali aliran energi dari kawasan tersebut.
Sentimen pasar menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan ini. Trump juga berpeluang bertemu sejumlah pemimpin negara Teluk, sementara pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping turut menjadi perhatian investor. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani juga menyerukan kerja sama negara-negara Teluk untuk memulihkan stabilitas regional.
Di sisi lain, aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz menunjukkan peningkatan. Kepala US Central Command, Laksamana Brad Cooper, menyebut pengiriman minyak dan LNG melalui jalur strategis tersebut dalam dua pekan terakhir mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Jika stabilitas kawasan terus membaik dan arus pasokan kembali normal, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berlanjut karena risiko gangguan pasokan mulai mereda.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, Crude Oil (WTI) masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus beberapa level support dan bergerak di bawah area US$95,476. Saat ini, level US$93,204 menjadi support penting sekaligus Target 1. Jika terjadi rebound, area US$94,939 – US$95,476 dapat menjadi zona koreksi yang perlu diperhatikan, terutama apabila harga kembali mendapatkan tekanan jual di area tersebut.
Selama harga belum mampu menembus US$96,775, struktur bearish masih berpotensi berlanjut. Jika US$93,204 ditembus dengan kuat, penurunan berikutnya berpeluang mengarah ke US$91,968 sebagai Target 2. Sebaliknya, kenaikan melewati US$96,775 dapat menjadi indikasi bahwa skenario bearish tersebut mulai kehilangan validitas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi