HomeMarket NewsDolar Tertekan, Dunia Menanti Langkah The Fed

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di bawah level 101 pada perdagangan Kamis (30/07) setelah mengalami pelemahan tajam pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi usai Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, meskipun risiko inflasi meningkat akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Keputusan tersebut menunjukkan bank sentral masih memilih mencermati perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah berikutnya.

Meski suku bunga tidak berubah, tiga anggota Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan suara berbeda dengan mendukung kenaikan suku bunga. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti kebijakan moneter menjadi longgar. Ia menekankan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa waktu mendatang.

Di sisi geopolitik, ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan udara baru ke Iran sebagai respons atas serangan terhadap pasukannya di kawasan. Upaya negosiasi juga belum menunjukkan kemajuan karena Iran tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, sementara pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga dari Bank of England dan Bank of Japan yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan mereka.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik H1 menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah harga menembus garis tren naik sekaligus mengonfirmasi Break of Structure (BOS). Penurunan tajam membawa harga mencapai area Target 2 sebelum terjadi pantulan teknikal. Selama DXY masih bergerak di bawah area 100.91 – 101.00, peluang pemulihan diperkirakan hanya bersifat koreksi sementara, sementara sentimen utama tetap cenderung melemah.

Apabila pantulan mampu membawa harga kembali ke area 100.91 – 101.07, pelaku pasar perlu mencermati potensi penolakan karena wilayah tersebut menjadi resistance terdekat. Jika tekanan jual kembali muncul, DXY berpotensi melanjutkan penurunan menuju 100.50, bahkan membuka peluang menguji zona demand di sekitar 100.25. Sebaliknya, penutupan harga di atas 101.07 dapat mengurangi tekanan bearish dan membuka ruang kenaikan menuju area supply berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze