Harga emas turun di bawah level USD4.700 per ounce pada perdagangan Senin (11/05) setelah pasar merespons pernyataan Presiden Donald Trump yang menolak proposal perdamaian Iran dan menyebutnya sebagai “totally unacceptable”. Penolakan tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah serta potensi lonjakan inflasi global. Tekanan terhadap logam mulia semakin terasa setelah investor mulai mengurangi posisi safe haven usai reli tajam pekan lalu.
Di sisi lain, laporan terbaru menyebut Tehran menawarkan pemindahan sebagian stok uranium yang diperkaya ke negara ketiga, namun tetap menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Situasi diperburuk oleh meningkatnya serangan di kawasan Timur Tengah sepanjang akhir pekan yang mengancam gencatan senjata rapuh sejak awal April. Penutupan efektif Selat Hormuz juga terus menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut merupakan rute penting distribusi energi dunia.
Kenaikan harga energi akibat konflik membuat tekanan inflasi global kembali meningkat. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral masih berpotensi menaikkan suku bunga demi menekan inflasi. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga seperti dolar AS dan obligasi pemerintah. Akibatnya, pergerakan harga emas saat ini cenderung berada dalam tekanan meski risiko geopolitik masih tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAU/USD masih bergerak dalam tekanan setelah membentuk pola bearish head and shoulders pada grafik satu jam. Struktur pasar menunjukkan munculnya sinyal Change of Character (CHoCH) di area 4.699 yang mengindikasikan potensi perubahan arah menuju fase penurunan lebih dalam. Selama harga bertahan di bawah zona resistance 4.729, peluang bearish masih lebih dominan dengan seller tetap menguasai pergerakan jangka pendek.
Secara teknikal, area 4.654 menjadi target penurunan terdekat sekaligus support penting yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Jika tekanan jual semakin kuat, harga emas berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 4.634. Namun skenario bearish dapat batal apabila XAU/USD mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance 4.729, yang membuka peluang rebound menuju area high sebelumnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.