Harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 4% hingga menembus level USD74 per barel pada perdagangan Senin (13/07). Kenaikan ini mengakhiri pelemahan selama dua hari berturut-turut setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang rudal sepanjang akhir pekan. Memanasnya situasi geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus. Di sisi lain, Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Meski klaim tersebut dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat, pernyataan itu tetap memicu kekhawatiran karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.
Penguatan harga minyak juga mencerminkan berkurangnya optimisme terhadap proses diplomasi antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, pasar sempat berharap kesepakatan damai sementara akan membuka peluang peningkatan ekspor energi dari Timur Tengah. Namun, Iran menegaskan bahwa pembahasan lanjutan baru dapat dilakukan apabila Amerika Serikat memenuhi komitmen terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz serta normalisasi ekspor minyak Iran, sehingga ketidakpastian pasar energi diperkirakan masih akan berlanjut.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL masih bergerak dalam tren naik setelah berhasil bertahan di atas area support Fibonacci 61,8% di kisaran 73,82. Pergerakan harga yang membentuk konsolidasi di dekat level 74,20 menunjukkan tekanan beli masih cukup kuat meskipun pelaku pasar sedang menunggu katalis berikutnya. Selama harga tidak menembus area 73,42 sebagai batas invalidasi, peluang kenaikan masih tetap mendominasi.
Apabila momentum bullish kembali meningkat, USOIL berpotensi melanjutkan penguatan menuju target pertama 74,74, kemudian menguji target kedua di 75,10. Namun, jika harga gagal mempertahankan support dan turun di bawah 73,42, potensi koreksi yang lebih dalam dapat terjadi. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi arah pergerakan sebelum mengambil posisi agar manajemen risiko tetap terjaga.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi