Indeks Dolar AS (DXY) naik menembus level 101 pada perdagangan Senin (13/07), memperpanjang penguatan untuk hari kedua berturut-turut. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas akibat aksi saling serang rudal pada akhir pekan. Situasi tersebut turut mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.
Pelaku pasar kini semakin meyakini bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi. Fokus investor pekan ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya. Saat ini, pasar memperkirakan The Fed masih berpotensi melakukan satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Di sisi lain, risalah rapat FOMC bulan Juni menunjukkan beberapa pejabat bank sentral sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga, meski akhirnya memutuskan mempertahankan kebijakan yang ada. Perhatian investor juga tertuju pada penampilan perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres AS, yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga dan arah pergerakan dolar AS dalam beberapa bulan mendatang.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih menunjukkan tren positif setelah berhasil bertahan di atas area Golden Ratio 61,8% di kisaran 100,50. Pergerakan harga yang konsolidatif di sekitar 100,75 – 100,85 mengindikasikan pelaku pasar masih mempertahankan dominasi beli. Selama DXY mampu bertahan di atas level support tersebut, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka seiring meningkatnya minat terhadap aset safe haven.
Secara teknikal, penembusan di atas 100,90 berpotensi menjadi konfirmasi lanjutan menuju target pertama 100,90 – 101,00, kemudian menguji target berikutnya di 101,07. Sebaliknya, apabila tekanan jual mendorong harga turun di bawah 100,50, potensi koreksi menuju 100,27 akan semakin besar. Oleh karena itu, trader disarankan menunggu konfirmasi breakout atau pullback sebelum mengambil posisi agar manajemen risiko tetap optimal.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi