Harga emas turun ke bawah level US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Senin (13/07) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Aksi saling serang rudal mendorong lonjakan harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan kembali meningkat dan memengaruhi arah kebijakan moneter.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran untuk keempat kalinya dalam sepekan. Di sisi lain, pernyataan Teheran mengenai penutupan Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan langsung dibantah oleh Komando Pusat AS. Meski demikian, potensi gangguan pasokan energi global tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini, karena berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai langkah bank sentral. Pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga satu kali sebelum akhir tahun. Selain itu, Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga dijadwalkan memberikan kesaksian pertamanya di hadapan Kongres AS pada Selasa, yang dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan harga emas.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD masih bergerak dalam tren turun pada grafik 30 menit setelah gagal menembus area resistance 4.114 – 4.120. Penolakan di zona tersebut membentuk sinyal bearish yang menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat. Selama harga bertahan di bawah area invalidasi, peluang koreksi diperkirakan tetap terbuka dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga.
Apabila tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji support pertama di 4.038, kemudian melanjutkan pelemahan menuju area demand 4.022 – 4.021 yang menjadi target utama. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.114, skenario bearish berpotensi batal sehingga membuka peluang pemulihan menuju area resistance berikutnya. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi