Harga minyak mentah WTI bertahan di atas USD104 per barel pada perdagangan Rabu (20/05) setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Pasar energi global bergerak hati-hati menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang kembali mengancam melanjutkan serangan militer terhadap Iran apabila kesepakatan damai dengan Amerika Serikat tidak tercapai. Sentimen geopolitik ini langsung memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan energi.
Ketegangan di Timur Tengah semakin menjadi perhatian karena konflik telah memasuki pekan ke-12 dan berdampak besar pada jalur distribusi minyak global. Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute pelayaran energi paling strategis di dunia, membuat arus pengiriman minyak terganggu. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga komoditas energi sekaligus memicu kekhawatiran inflasi di berbagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah.
Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan bahwa NATO sedang mempertimbangkan pengawalan kapal dagang di kawasan Selat Hormuz apabila jalur tersebut tetap tertutup hingga awal Juli. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan tensi geopolitik sekaligus menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar keuangan global. Investor kini terus memantau perkembangan diplomasi internasional karena setiap perubahan situasi berpotensi memengaruhi harga minyak dan stabilitas ekonomi dunia.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 30 menit masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di area support kuat 101.950–102.000. Pantulan dari zona golden ratio Fibonacci 61,8% di sekitar 102.790 menunjukkan buyer mulai kembali mendominasi pasar. Selama harga tetap berada di atas area invalidasi support, peluang kenaikan menuju resistance 104.750 masih terbuka lebar, bahkan berpotensi melanjutkan penguatan ke target 105.510 apabila momentum beli meningkat.
Secara teknikal, struktur market saat ini memperlihatkan pola higher low yang mengindikasikan tren naik belum berakhir. Area 103.000 menjadi titik krusial untuk mengonfirmasi kelanjutan bullish dalam jangka pendek. Namun, jika tekanan jual kembali muncul dan harga turun menembus support utama, maka USOIL berisiko mengalami koreksi lebih dalam sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya. Trader disarankan mencermati reaksi harga di area support dan resistance untuk menentukan arah transaksi selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.