HomeMarket NewsPerak Tertekan, Konflik Timur Tengah Picu Ketegangan Pasar Global

Harga perak berada di kisaran $72 per ounce pada Kamis (30/04), mendekati level terendah dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi yang semakin kuat, sehingga pasar mulai memperkirakan bank sentral global akan mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat.

Ketegangan geopolitik juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar. Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan nuklir. Situasi ini memicu reaksi keras dari Teheran dan memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah. Gangguan di Selat Hormuz semakin menambah tekanan terhadap pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia.

Di sisi lain, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya, sesuai ekspektasi pasar. Namun, adanya perbedaan pendapat di antara pejabatnya menunjukkan meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan ke depan. Para pelaku pasar kini mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan bahkan mempertimbangkan kemungkinan kenaikan pada beberapa tahun mendatang, seiring tekanan inflasi dan risiko geopolitik yang terus berkembang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe satu jam masih berada dalam tekanan setelah membentuk tren turun yang jelas, terlihat dari garis tren bearish yang terus menahan kenaikan harga. Saat ini, harga bergerak di sekitar area 71.6 setelah sempat memantul dari zona support kuat di kisaran 70.8. Struktur pasar menunjukkan adanya potensi pembalikan jangka pendek, ditandai dengan munculnya reaksi bullish dari area “zona buy” serta indikasi perubahan karakter (change of character) yang memberi sinyal pelemahan tekanan jual.

Jika momentum kenaikan berlanjut, target terdekat berada di area 73.5 hingga 74.2 yang menjadi resistance penting sekaligus zona likuiditas. Namun, skenario ini tetap bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas support kunci. Apabila terjadi penembusan ke bawah 70.8, maka peluang penurunan lanjutan semakin terbuka. Dengan kondisi ini, trader cenderung menunggu konfirmasi lanjutan sebelum mengambil posisi, sambil memperhatikan reaksi harga di area krusial sebagai penentu arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze