Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu (15/07) setelah melanjutkan aksi pullback dari level tertinggi di kisaran US$4.100 per ons. Logam mulia tersebut kini diperdagangkan di bawah US$4.050 seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.
Di tengah tekanan tersebut, permintaan terhadap aset safe haven masih bertahan karena investor terus mencermati perkembangan geopolitik. Kondisi ini membuat penurunan emas cenderung terbatas, meskipun pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, melemahnya Dolar AS menjadi faktor yang berpotensi menopang harga emas. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve turut mengurangi daya tarik mata uang dolar, sehingga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tetap memiliki peluang untuk mempertahankan nilainya di tengah tingginya ketidakpastian pasar.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan penguatan di atas area 4.053. Selama harga belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi. Area 4.068 menjadi resistensi utama yang berfungsi sebagai batas invalidasi, sehingga penembusan di atas zona ini berpotensi mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih bullish.
Dari sisi teknikal, peluang pelemahan masih mengarah ke 4.005 sebagai target pertama. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 3.983, yang menjadi target koreksi selanjutnya. Trader disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga di sekitar area resistensi sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas emas masih cukup tinggi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi