Harga minyak mentah WTI melonjak tajam hingga melampaui $108 per barel pada Kamis (30/04), mencatat kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini dipicu konflik Timur Tengah yang membuat Selat Hormuz praktis tertutup, sehingga menghambat arus utama distribusi energi global. Situasi tersebut langsung memperketat pasokan dan mendorong harga minyak naik di pasar internasional.
Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran sampai tercapai kesepakatan nuklir baru. Dalam pertemuan dengan pelaku industri energi, ia juga membahas opsi untuk memperpanjang kebijakan tersebut tanpa memberi tekanan besar pada konsumen domestik. Langkah ini memperlihatkan strategi Washington dalam menjaga keseimbangan antara tekanan geopolitik dan stabilitas ekonomi dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah Iran memperingatkan akan melakukan respons jika blokade terus berlanjut, sembari menuding AS berupaya menekan melalui sanksi ekonomi dan gangguan internal. Data terbaru dari AS menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah dan bahan bakar, sementara ekspor melonjak hingga rekor lebih dari 6 juta barel per hari. Kondisi ini menandakan pasokan global semakin ketat, yang berpotensi mempertahankan tren kenaikan harga dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga WTI crude oil pada timeframe 30 menit menunjukkan tren bullish yang masih kuat setelah reli tajam. Struktur candlestick membentuk higher high dan higher low, menandakan dominasi buyer tetap terjaga. Area sekitar 105.9 menjadi resistance terdekat yang sempat diuji, dengan indikasi “weak high” sehingga peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga bertahan di atas area breakout, momentum naik masih valid.
Dari sisi level teknikal, zona retracement di kisaran 104.2 hingga 103.1 menjadi area support penting yang berpotensi menjadi titik pantul. Level 104.2 berfungsi sebagai golden ratio yang sering menjadi pijakan kuat dalam tren naik. Jika terjadi pullback sehat ke area tersebut, peluang lanjutan menuju target 106.7 hingga 107.7 tetap terbuka. Namun, penurunan di bawah 103.1 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.