Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pada sesi perdagangan Asia, Rabu (15/07), minyak WTI diperdagangkan di kisaran US$79,20 per barel. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Kenaikan harga dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan melancarkan serangan militer tambahan terhadap Iran. Ketegangan geopolitik tersebut memicu sentimen positif bagi harga minyak karena investor mengantisipasi risiko terganggunya distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap Teheran di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi pasokan global dan mendorong harga minyak tetap berada dalam tren penguatan.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih bergerak dalam tren naik jangka pendek dengan bertahan di atas area support penting 78.350 atau zona golden area Fibonacci. Selama level tersebut tidak ditembus, peluang penguatan tetap terbuka seiring terbentuknya pola higher low yang mengindikasikan dominasi pembeli. Momentum juga didukung garis tren naik yang masih terjaga, sehingga potensi kenaikan dinilai lebih besar dibanding tekanan jual.
Apabila harga mampu bertahan di atas 78.350, target kenaikan berikutnya berada di 80.510 sebagai target pertama, kemudian berlanjut ke 81.360 sebagai target kedua. Namun, jika tekanan jual mendorong harga turun hingga menembus 77.420, skenario bullish dinyatakan gugur dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Oleh karena itu, pergerakan di area support menjadi penentu arah WTI dalam jangka pendek.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi