Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan moderat. Pada perdagangan sesi Asia, Selasa (07/07), minyak diperdagangkan di kisaran US$69,20 per barel, mencerminkan kembalinya minat beli dari pelaku pasar setelah pelemahan pada sesi sebelumnya.
Kenaikan harga minyak didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan membuat investor kembali memburu aset energi sebagai langkah antisipasi.
Meski penguatan masih bersifat terbatas, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek. Pasar akan terus memantau dinamika geopolitik dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi global.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL masih bergerak dalam pola ascending channel, menandakan tren bullish jangka pendek tetap terjaga. Setelah berhasil bertahan di atas area 69.41 sebagai level acuan, tekanan beli kembali meningkat dan membuka peluang pengujian target pertama di 69.85. Selama harga mampu bertahan di atas garis tren naik, momentum positif diperkirakan masih mendominasi pergerakan.
Di sisi lain, area 68.42 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Apabila harga turun menembus level tersebut, potensi koreksi menuju 67.80 sebagai area invalidasi akan semakin besar. Namun, selama support tetap bertahan, skenario kenaikan menuju 70.40 masih menjadi target berikutnya seiring sentimen pasar yang terus didukung oleh prospek penguatan harga minyak.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi