Harga emas bergerak melemah tipis ke bawah level US$4.150 per troy ounce pada Selasa (07/07), namun masih mampu mempertahankan sebagian besar penguatan yang dicapai pekan lalu. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Sentimen terhadap emas tetap positif setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja selama Juni, sementara angka payroll dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat berkurang, dengan pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 50%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.
Di sisi lain, harga emas turut mendapat dukungan dari pelemahan harga minyak dunia. Pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz pasca kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran membantu meredakan kekhawatiran pasokan energi. Selain itu, peningkatan produksi dari negara-negara Timur Tengah serta keputusan OPEC+ untuk menaikkan kuota produksi bulan depan turut menekan harga minyak, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas area US$4.150. Meskipun terjadi koreksi, tren jangka pendek tetap cenderung positif selama harga bertahan di atas level support terdekat. Pergerakan selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh respons pasar terhadap risalah rapat Federal Reserve yang berpotensi meningkatkan volatilitas.
Secara teknikal, peluang penguatan kembali terbuka apabila emas mampu menembus area resistance US$4.170, yang dapat mendorong harga menuju target berikutnya di sekitar US$4.200. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat hingga menembus support US$4.120, emas berisiko melanjutkan koreksi ke area US$4.090 sebelum kembali mencari keseimbangan baru.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi