Harga minyak mentah WTI kembali menguat menembus level $90 per barel pada perdagangan Kamis (28/05) setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah. Pelaku pasar semakin khawatir setelah muncul laporan serangan baru AS ke Iran yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz.
Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak dunia. Iran dikabarkan tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sekaligus melanjutkan program nuklirnya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan Washington tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap merugikan serta menolak pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Meski harga minyak hari ini bergerak naik, pasar masih membayangi potensi pelemahan mingguan kedua berturut-turut. Investor menilai peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan. Jika jalur perdagangan di Selat Hormuz kembali normal, tekanan terhadap pasokan global dapat mereda dan harga minyak berpotensi stabil kembali.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam mulai menunjukkan sinyal penguatan setelah berhasil bertahan di area support 89.020. Pergerakan candle bullish yang muncul dari zona koreksi menandakan buyer kembali mendominasi pasar. Struktur harga juga membentuk pantulan sehat di atas area Fibonacci 23.6%, membuka peluang kenaikan lanjutan menuju target resistance 90.018 hingga 90.707 dalam jangka pendek.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai area invalidasi di kisaran 88.433. Jika harga turun menembus level tersebut, tekanan jual berpotensi kembali membawa minyak menuju support lebih rendah. Selama harga bertahan di atas area koreksi, tren bullish masih cukup kuat dan peluang rebound tetap terbuka seiring meningkatnya sentimen positif di pasar energi global.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.