Harga emas bergerak di dekat level $4.450 per ounce pada perdagangan Kamis (28/05) setelah melemah selama dua sesi berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia muncul di tengah ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang masih menyisakan banyak perbedaan penting. Pasar kini fokus pada risiko inflasi global dan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Iran tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz serta melanjutkan program nuklirnya, sementara Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap merugikan. Washington juga menolak pelonggaran sanksi ekonomi meski Teheran meminta bantuan finansial dan penghentian serangan. Situasi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi gejolak energi dunia.
Meski peluang tercapainya kesepakatan mulai terbuka, harga energi yang masih tinggi diperkirakan terus memicu tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat membuat bank sentral menunda rencana pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Di tengah sentimen tersebut, harga emas tercatat sudah turun lebih dari 15% sejak konflik dimulai, menandakan investor mulai mengurangi minat terhadap aset safe haven.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan XAU/USD masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 4.464. Pergerakan pada grafik 30 menit menunjukkan munculnya sinyal perubahan karakter pasar atau CHoCH yang diikuti penurunan tajam hingga menembus support penting di kisaran 4.428. Kondisi ini menandakan seller kembali mendominasi dan membuka peluang pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
Secara teknikal, area 4.428 kini menjadi resistance terdekat yang perlu diperhatikan apabila terjadi pullback. Selama harga tetap bergerak di bawah zona tersebut, potensi penurunan menuju level 4.366 hingga area target 4.322 masih cukup besar. Sentimen bearish juga diperkuat oleh struktur lower high dan breakdown support yang memperlihatkan momentum jual masih kuat di pasar emas.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.