Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan menembus level US$106 per barel pada perdagangan Senin (18/05). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih mengalami kebuntuan. Situasi di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya pulih juga memperbesar risiko distribusi minyak dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute ekspor energi paling penting di dunia.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran kehabisan waktu untuk mencapai kesepakatan baru dengan Washington. Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa negosiasi belum menunjukkan perkembangan berarti karena Amerika dianggap tidak memberikan konsesi nyata. Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab.
Tekanan terhadap pasar minyak juga bertambah setelah pemerintah AS membiarkan izin penjualan minyak mentah Rusia berakhir meski India meminta perpanjangan kebijakan tersebut. Selain itu, pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pekan lalu belum menghasilkan langkah konkret untuk membuka kembali akses penuh Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak global dalam waktu dekat.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL pada timeframe satu jam masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance penting di kisaran 100.683. Struktur market menunjukkan pola higher high dan break of structure (BOS) yang mengindikasikan dominasi buyer masih kuat. Selama harga bertahan di atas area buy zone 98.435, peluang kenaikan menuju target 104.005 tetap terbuka lebar. Momentum penguatan juga didukung munculnya sinyal Change of Character (CHoCH) yang menandakan perubahan arah tren ke fase naik.
Secara teknikal, area 98.435 menjadi level invalidasi utama yang wajib dijaga agar skenario bullish tetap valid. Jika terjadi pullback sehat ke zona demand tersebut, pelaku pasar berpotensi memanfaatkan momentum buy lanjutan dengan target terdekat di area weak high sebelum melanjutkan penguatan lebih tinggi. Namun, apabila support ditembus, tekanan jual bisa kembali membawa harga menuju area demand berikutnya di bawah 96.000.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.