Harga perak turun di bawah USD 77 per ounce pada perdagangan Senin (18/05) setelah anjlok lebih dari 13% dalam dua sesi terakhir. Pelemahan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah mulai mendorong tekanan inflasi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Dari Amerika Serikat, data inflasi yang lebih panas dari perkiraan turut memperkuat dolar AS dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury. Situasi ini mengurangi daya tarik silver sebagai aset alternatif karena investor kini menilai peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini semakin kecil. Bahkan, pasar mulai membuka kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.
Tekanan terhadap logam mulia juga datang dari revisi proyeksi UBS yang memangkas estimasi permintaan investasi silver global tahun ini menjadi 300 juta ounce dari sebelumnya lebih dari 400 juta ounce. Penurunan kebutuhan industri serta meningkatnya pasokan tambang disebut menjadi faktor utama. UBS juga memperkirakan defisit pasar silver global menyusut tajam menjadi sekitar 60 – 70 juta ounce, jauh lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang mencapai hampir 300 juta ounce.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan dominasi tekanan jual setelah harga gagal bertahan di area resistance 76.18 – 77.53. Struktur market memperlihatkan pola bearish lanjutan usai munculnya CHoCH dan breakdown area support sebelumnya. Selama harga bergerak di bawah zona invalidasi tersebut, peluang penurunan menuju area target 73.53 hingga 72.13 masih terbuka lebar.
Dari sisi teknikal, rebound yang terjadi terlihat masih terbatas dan berpotensi menjadi momentum sell on rally bagi pelaku pasar. Area supply di sekitar 76.28 menjadi titik penting untuk diperhatikan karena berfungsi sebagai batas penguatan jangka pendek. Jika tekanan jual kembali meningkat, silver berisiko melanjutkan pelemahan menuju strong low terdekat, sekaligus mempertegas tren turun yang masih mendominasi pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.