HomeMarket NewsEmas Ambruk Saat Timur Tengah Memanas dan The Fed Bersikap Keras

Harga emas turun di bawah level US$4.550 per ounce pada perdagangan Senin (18/05) setelah sebelumnya merosot hampir 4% sepanjang pekan lalu. Pelemahan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah yang mulai mendorong tekanan inflasi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral, termasuk Federal Reserve, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menekan daya tarik logam mulia. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan membuat investor semakin yakin bahwa peluang penurunan suku bunga tahun ini semakin kecil. Bahkan, muncul spekulasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun guna mengendalikan inflasi yang terus meningkat.

Ketegangan geopolitik juga kembali memanas setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Iran memiliki waktu terbatas untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Laporan media Iran menyebut proses negosiasi masih mengalami kebuntuan karena belum ada tawaran kompromi yang dianggap signifikan dari pihak AS. Selain itu, serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia, termasuk fasilitas nuklir di United Arab Emirates, semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik satu jam masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal menembus area resistance di kisaran 4.542 hingga 4.566. Zona tersebut menjadi area sell kuat karena muncul penolakan harga berulang yang menandakan dominasi seller masih cukup besar. Selain itu, terbentuknya weak low mengindikasikan momentum pelemahan emas belum berakhir, terlebih harga masih bergerak di bawah area invalidasi resistance.

Secara teknikal, peluang penurunan masih terbuka menuju target support di level 4.485 hingga 4.463 apabila tekanan jual terus meningkat. Namun, jika harga mampu breakout dan bertahan di atas 4.566, skenario bearish berpotensi batal sehingga emas memiliki peluang rebound dalam jangka pendek. Saat ini pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi arah berikutnya di tengah tingginya volatilitas pasar global dan sentimen dolar AS yang masih kuat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze