HomeMarket NewsMinyak Dunia Melonjak Usai Konflik AS dan Iran Memanas

Harga minyak mentah dunia naik mendekati US$80 per barel pada perdagangan Jumat (17/07) dan diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 12% sepanjang pekan. Penguatan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengantisipasi potensi gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas setelah Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan ke Iran, termasuk laporan mengenai sasaran di dekat terminal ekspor minyak utama negara tersebut. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur Iran berpotensi menjadi target berikutnya apabila upaya diplomatik tidak menghasilkan kesepakatan dalam waktu dekat. Perkembangan ini semakin memperbesar risiko ketidakstabilan di kawasan yang menjadi pusat produksi energi dunia.

Di sisi lain, Iran dikabarkan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb apabila fasilitas kelistrikannya diserang. Jalur tersebut merupakan rute penting bagi pengiriman minyak Arab Saudi melalui Laut Merah. Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan menurun tajam sejak eskalasi terbaru, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi minyak global dan mendorong harga tetap bertahan di level tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL pada grafik 1 jam menunjukkan upaya melanjutkan tren naik setelah memantul dari area support dan bergerak di dalam pola symmetrical triangle. Saat ini harga berada di sekitar level 78.93 dan masih bertahan di atas area golden ratio 78.57, yang menjadi penopang utama. Selama level tersebut tidak ditembus, peluang penguatan tetap terbuka dengan target awal di 79.50, kemudian berlanjut ke 79.92 apabila terjadi breakout yang didukung peningkatan volume.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi hingga harga turun di bawah 78.57, momentum bullish berisiko melemah dan membuka jalan menuju 77.99 sebagai area invalidasi. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di sekitar garis resistance segitiga, karena penembusan yang valid berpotensi menjadi sinyal lanjutan kenaikan, sementara penolakan di area tersebut dapat memicu koreksi jangka pendek sebelum arah berikutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze