Harga emas bertahan stabil di atas level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan sesi Asia, Selasa (21/07). Meskipun masih berada di area tinggi, pergerakan logam mulia cenderung terbatas karena pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang perkembangan terbaru dari kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi geopolitik global.
Kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama. Di saat yang sama, meningkatnya konflik di Timur Tengah mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset aman. Kombinasi kedua faktor tersebut memberikan tekanan bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil.
Meski risiko geopolitik masih menjadi penopang harga emas, ruang penguatan diperkirakan tetap terbatas selama Dolar AS mempertahankan dominasinya. Investor disarankan mencermati perkembangan inflasi, arah kebijakan The Fed, serta dinamika konflik global sebelum mengambil keputusan, karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada grafik 1 jam masih bergerak di dalam pola ascending channel, menandakan tren bullish jangka pendek tetap terjaga. Setelah memantul dari area support dinamis, emas berhasil kembali menembus resistance minor di sekitar 4.034. Selama harga bertahan di atas 4.017 sebagai area golden ratio, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka dengan target terdekat di 4.058, kemudian 4.074.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga gagal mempertahankan support 4.017. Penurunan di bawah area tersebut dapat memicu pelemahan menuju 4.000 sebagai level invalidasi skenario bullish. Selama support utama tetap bertahan, bias teknikal masih cenderung positif dan strategi buy on dip menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan mengejar harga di area puncak.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi