HomeMarket NewsHarga Perak Menguat di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Harga perak melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$56,80 per troy ons pada sesi Asia, Senin (20/07). Meski masih bergerak positif, prospek logam mulia ini menghadapi tantangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Lonjakan harga minyak yang dipicu konflik tersebut berpotensi memicu kembali inflasi, sehingga memperbesar peluang bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Situasi di Timur Tengah terus memanas setelah AS melancarkan serangan malam kesembilan secara beruntun ke sejumlah target di Iran. Sebagai balasan, Iran menyatakan gencatan senjata praktis telah berakhir dan meningkatkan serangan menggunakan rudal balistik serta drone ke sejumlah wilayah, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Irak. Eskalasi konflik juga mulai mengganggu infrastruktur strategis, seperti jembatan, utilitas, pelabuhan, hingga fasilitas energi. Kuwait Petroleum Corp. turut mengonfirmasi bahwa salah satu fasilitas minyaknya menjadi sasaran serangan pada akhir pekan.

Di sisi lain, pelaku pasar kini semakin memperhatikan arah kebijakan The Fed. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap pada pertemuan berikutnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi 61,4% berdasarkan CME FedWatch Tool. Pernyataan Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, yang menyoroti meluasnya tekanan inflasi semakin memperkuat sikap hawkish bank sentral. Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan harga perak karena aset tanpa imbal hasil cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAG/USD) pada grafik 1 jam menunjukkan tren pemulihan setelah berhasil membentuk Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bullish. Saat ini, harga masih bergerak di atas area support penting di kisaran 56,10, sehingga peluang kenaikan tetap terjaga selama level tersebut mampu dipertahankan. Struktur harga juga memperlihatkan potensi melanjutkan reli menuju target pertama di 57,35, dengan area tersebut menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus.

Apabila tekanan beli terus meningkat, perak berpeluang melanjutkan penguatan ke 57,85 – 58,03 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika harga turun dan menembus 55,38, skenario bullish berisiko gagal karena tekanan jual dapat kembali mendominasi dan membuka jalan menuju area 54,85 sebagai support utama. Oleh karena itu, pergerakan di sekitar level 56,10 akan menjadi penentu arah XAG/USD dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze