Harga perak (XAG/USD) kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$57 per troy ons pada sesi Asia, Kamis (16/07). Tekanan terhadap logam mulia ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong lonjakan harga minyak, sehingga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut memperbesar peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti perak.
Situasi geopolitik semakin memanas setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangkaian serangan baru untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam operasi tersebut, militer AS dilaporkan menyerang sebuah kapal tanker minyak di kawasan strategis itu. Sementara itu, Presiden Donald Trump belum memberikan kepastian terkait langkah militer berikutnya terhadap Iran, sehingga ketidakpastian global tetap membayangi sentimen pasar.
Di sisi lain, data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah sebenarnya sempat meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Inflasi konsumen dan produsen sama-sama menunjukkan perlambatan pada Juni, membuat peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 44%. Namun, pelaku pasar masih menilai dampak konflik terbaru di Timur Tengah berpotensi kembali mendorong inflasi, sehingga arah kebijakan The Fed tetap menjadi perhatian utama investor.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan momentum rebound. Secara teknikal, area 57.918 menjadi zona resistance sekaligus area koreksi yang perlu ditembus untuk membuka peluang pemulihan. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi dengan potensi pelemahan menuju 56.602 sebagai target terdekat.
Apabila tekanan bearish berlanjut, harga berpeluang menguji support berikutnya di 56.157 yang menjadi area target utama. Sebaliknya, jika XAG/USD mampu menembus 58.434, skenario penurunan akan batal dan membuka peluang perubahan tren ke arah yang lebih bullish. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan harga di sekitar resistance sebagai konfirmasi arah pergerakan selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi