Harga minyak mentah bertahan di atas US$82 per barel pada perdagangan Selasa (21/07), mendekati level tertinggi dalam lima pekan. Kenaikan ini didorong oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memasuki hari kesepuluh, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Ketegangan semakin memanas setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan dimintai pertanggungjawaban atas tewasnya tiga personel militer AS. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran baru terhadap kelancaran distribusi minyak melalui Laut Merah yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
Meski Iran menyatakan para mediator telah mengajukan proposal untuk meredakan konflik dan muncul laporan mengenai peluang gencatan senjata selama 10 hari, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih menurun tajam akibat serangan terhadap kapal pada akhir pekan. Kondisi tersebut membuat prospek pasokan minyak global semakin ketat dan menjaga harga minyak tetap berada di level tinggi.
OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL masih bergerak dalam fase bearish correction setelah gagal menembus area resistance 82.50 – 83.00 yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 61,8% hingga 100%. Munculnya penolakan harga di zona tersebut mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi, sehingga peluang penurunan menuju 81.36 sebagai target pertama tetap terbuka. Selama harga bertahan di bawah 83.00, momentum naik dinilai masih terbatas.
Apabila tekanan jual berlanjut, area 80.91 menjadi target berikutnya sekaligus support penting yang perlu diperhatikan. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 83.00, skenario bearish berpotensi batal dan membuka ruang kenaikan menuju 83.80. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga di sekitar resistance sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi