Harga minyak mentah WTI naik mendekati USD98 per barel pada Jumat (22/05) setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan cadangan uranium yang diperkaya tetap berada di dalam negeri. Langkah tersebut dinilai memperumit negosiasi damai dengan Amerika Serikat karena penghentian program nuklir Teheran masih menjadi tuntutan utama Washington.
Di sisi lain, Iran dikabarkan tengah bekerja sama dengan Oman untuk menyusun sistem tarif permanen di Selat Hormuz yang dapat memperkuat kendali terhadap jalur pelayaran penting dunia itu. Presiden Donald Trump menolak rencana tersebut dan menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka serta bebas dari pungutan biaya bagi kapal internasional.
Meski harga minyak menguat pada perdagangan akhir pekan, kontrak WTI masih melemah lebih dari 3% secara mingguan karena pasar tetap berharap tercapainya kesepakatan antara pihak yang berkonflik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyebut adanya sinyal positif terkait peluang terciptanya kesepakatan baru dengan Iran, sementara mediator dari Pakistan dijadwalkan mengunjungi Teheran untuk membahas proposal terbaru dari Washington.
OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 30 menit terlihat masih bergerak dalam tekanan turun setelah gagal menembus area resistance di kisaran 97.37. Munculnya rejection di zona Fibonacci 61.8% hingga 100% memperkuat sinyal bearish, sementara struktur harga membentuk lower high yang menandakan seller masih menguasai pergerakan pasar. Selama harga bertahan di bawah area invalidasi tersebut, potensi penurunan masih terbuka.
Saat ini support terdekat berada di area 96.28 dan menjadi level penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang turun menuju target 95.61 hingga 95.18. Namun, apabila minyak berhasil kembali naik dan menembus resistance 97.37, peluang rebound jangka pendek dapat terbentuk dengan potensi perubahan momentum pasar.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.