Harga emas bertahan di atas level $4.500 per ounce pada perdagangan Jumat (22/05) dan diperkirakan menutup pekan dengan pergerakan terbatas. Pelaku pasar masih berhati-hati setelah muncul sinyal yang saling bertentangan terkait negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta arah kebijakan suku bunga global.
Iran menyebut proposal terbaru dari AS mulai mempersempit perbedaan kedua negara. Namun, laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran meminta cadangan uranium tetap berada di dalam negeri membuat proses negosiasi semakin rumit. Di sisi lain, Iran juga dikabarkan berdiskusi dengan Oman mengenai sistem tarif permanen di Selat Hormuz untuk memperkuat kendali jalur pengiriman minyak, meski Presiden Donald Trump menolak rencana tersebut.
Meski harga emas cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir, nilainya masih turun sekitar 14% sejak konflik memanas. Investor kini khawatir lonjakan harga energi dapat memicu tekanan inflasi baru yang mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan harga mulai bertahan di area support Fibonacci 61,8% di kisaran 4.515 setelah sempat mengalami tekanan jual. Munculnya pantulan dari area golden ratio mengindikasikan buyer masih menjaga momentum kenaikan, terlebih harga bergerak di dalam pola ascending support yang belum ditembus. Jika tekanan beli kembali meningkat, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 4.558 hingga target berikutnya di area 4.578.
Namun, peluang bullish masih perlu dikonfirmasi dengan kemampuan harga bertahan di atas level support utama tersebut. Apabila XAUUSD turun menembus area 4.515, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka jalan menuju level invalidasi di sekitar 4.488. Selama support tetap terjaga, sentimen jangka pendek masih cenderung positif dengan potensi rebound lanjutan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.