Indeks dolar AS bergerak di kisaran 100,5 pada perdagangan Kamis (16/07) setelah mengalami pelemahan tajam dalam dua sesi sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meredanya tekanan inflasi di Amerika Serikat, sehingga ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat semakin berkurang.
Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (PPI) AS secara tak terduga turun pada Juni, menjadi penurunan pertama dalam hampir setahun. Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh turunnya biaya energi, menyusul laporan inflasi konsumen yang juga lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menyusut, dengan probabilitas pasar turun menjadi sekitar 44%.
Di sisi lain, pelaku pasar tetap mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sasaran di Iran. Konflik tersebut mendorong harga minyak naik tajam dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah memberikan sinyal kesiapan untuk kembali membuka jalur perundingan, sehingga pasar masih menanti perkembangan diplomatik selanjutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance. Secara teknikal, level 100.447 menjadi zona golden ratio Fibonacci 61,8% yang berpotensi memicu penolakan harga. Selama DXY bergerak di bawah area tersebut, peluang pelemahan masih terbuka dengan target penurunan pertama di 100.023, kemudian berlanjut menuju 99.830 apabila tekanan jual semakin kuat.
Di sisi lain, skenario bearish akan mulai melemah jika indeks mampu menembus 100.447 dan melanjutkan kenaikan hingga 100.709 sebagai level invalidasi resistance. Penembusan area ini berpotensi mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar resistance utama untuk menentukan arah pergerakan DXY selanjutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi