Harga perak diperdagangkan di kisaran $73 per ounce pada Rabu (29/04) setelah sebelumnya merosot lebih dari 3%. Tekanan muncul seiring mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta penutupan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset logam mulia.
Penutupan jalur strategis Selat Hormuz berdampak besar pada pasokan energi dunia. Sekitar 20% aliran minyak global terganggu, sehingga memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan biaya di berbagai sektor. Badan Energi Internasional bahkan menyebut situasi ini sebagai salah satu guncangan pasokan terbesar yang pernah terjadi.
Di sisi lain, prospek suku bunga tinggi turut membebani harga perak. Pelaku pasar menilai bank sentral global berpotensi mempertahankan kebijakan ketat lebih lama demi menahan inflasi. Setelah Bank of Japan menahan suku bunga, investor kini menanti keputusan penting dari bank sentral Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada yang dijadwalkan rilis pekan ini.
OPINI ANALIS TRAZE
Analisa teknikal XAGUSD timeframe satu jam menunjukkan harga perak masih bergerak dalam fase pemulihan setelah sempat turun tajam. Saat ini pergerakan berada di area 73.59 yang menjadi titik penting untuk menentukan arah selanjutnya. Jika mampu bertahan di atas zona ini, peluang kenaikan menuju resistance terdekat di 74.08 hingga 75.26 masih terbuka lebar.
Namun, tekanan jual belum sepenuhnya hilang karena tren utama masih cenderung bearish. Jika harga gagal menembus area resistance dan kembali melemah, perak berpotensi turun ke support 72.01. Apabila level tersebut pecah, penurunan lanjutan bisa mengarah ke target berikutnya di 70.88. Pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di area kunci untuk konfirmasi arah berikutnya.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.