Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 98,65 pada perdagangan Asia Rabu (29/04), saat pelaku pasar memilih menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan ini menunjukkan investor masih berhati-hati menjelang arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang berpotensi memicu volatilitas besar di pasar global.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,50% hingga 3,75%, level yang telah bertahan sejak Januari. Fokus utama pasar tertuju pada konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, yang diyakini menjadi salah satu pertemuan terakhirnya sebelum transisi kepemimpinan. Nada pernyataan Powell akan sangat menentukan arah dolar dalam jangka pendek.
Jika The Fed tetap tegas terhadap inflasi, Dolar AS berpeluang menguat terhadap mata uang utama lainnya. Namun tekanan bisa muncul bila data ekonomi Amerika Serikat, seperti pertumbuhan GDP kuartal pertama dan inflasi PCE yang dirilis Kamis, menunjukkan pelemahan. Kombinasi kebijakan suku bunga dan data ekonomi ini akan menjadi penentu utama nasib DXY selanjutnya.
OPINI ANALIS TRAZE
Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik 4 jam masih bergerak dalam struktur bullish setelah berhasil memantul dari area demand zone 97.52–97.66. Harga kini diperdagangkan di sekitar 98.36 dan mencoba bertahan di atas level Fibonacci 27.20%, menandakan tekanan beli masih cukup solid. Selama posisi tetap di atas 98.18 sebagai support terdekat, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar.
Jika momentum beli berlanjut, target berikutnya berada di area 98.59 hingga supply zone 98.85 yang menjadi resistance utama. Namun bila gagal menembus 98.36 dan kembali melemah, DXY berpotensi turun menguji 98.18 sebelum menentukan arah baru. Secara teknikal, tren jangka pendek masih cenderung positif selama harga tidak jatuh ke bawah area demand utama.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.