Harga Silver bergerak melemah mendekati level USD 85 per ounce pada perdagangan Selasa (12/05) setelah sempat menguat di awal sesi. Tekanan muncul akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut turut memperpanjang gangguan di Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak strategis dunia, sehingga harga energi tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam kondisi “sangat rapuh” setelah Washington menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran. Pernyataan itu memperbesar kekhawatiran pasar bahwa aktivitas distribusi energi melalui Selat Hormuz dapat terus terganggu dalam waktu yang lebih lama. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan harga secara lebih luas.
Di sisi lain, perak sebelumnya melonjak lebih dari 7% dan menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan Senin. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik, sekaligus prospek kebutuhan industri yang semakin kuat. Berbeda dengan logam mulia lain, perak dinilai memiliki daya tarik ganda karena digunakan secara luas dalam sektor manufaktur dan teknologi, sehingga potensi permintaan fisiknya tetap terjaga.
OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Silver atau XAG/USD mulai menunjukkan tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area resistance kuat di kisaran 87.20. Pada grafik terlihat muncul pola penolakan harga disertai perubahan struktur pasar (CHoCH) yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Saat ini area 86.00 menjadi zona penting yang berpotensi berubah menjadi resistance baru apabila harga kembali melakukan rebound.
Jika tekanan jual terus mendominasi, perak berpeluang bergerak turun menuju target support terdekat di area 83.55 hingga 82.14. Momentum koreksi juga diperkuat oleh munculnya validasi resistance dan melemahnya dorongan beli setelah reli tajam sebelumnya. Meski demikian, skenario bearish dapat batal apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas level 87.24, yang membuka peluang kenaikan lanjutan.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.